Aku masih duduk termenung sendiri. Aku sedang berpikir. Tidak. Aku tidak sedang berpikir. Tapi aku sedang merenung dan meratapi nasib. Aku tahu tidak seharusnya meratapi nasib. Karena nasib harus dijalani. Bukan diratapi.
Tapi, sampai saat ini, Tuhan belum berkenan mempertemukanku dengannya. Setidaknya, izinkan aku untuk melihat wajahnya. Melihat senyumnya yang sudah lama tak kulihat itu. Aku tahu itu semua percuma. Karena itu hanya akan menyakiti diriku sendiri.
Mungkin aku memang bodoh. Mau menanti sesuatu yang sudah jelas tidak mungkin menjadi milikku. Tapi, terkadang aku percaya bahwa keajaiban itu ada. Dan aku juga percaya bahwa Tuhan Maha Adil. Dan tidak ada yang sia-sia di mata-Nya.
Apalah arti cinta, bila aku tak bisa
Memilikimu
Apalah arti cinta, bila pada akhirnya
Takkan menyatu
Sesulit inikah jalan takdirku
Yang tak inginkan kita bahagia
Bila aku tak berujung denganmu
Biarkan kisah ini ku kenang selamanya
Tuhan tolong buang rasa cintaku
Jika tak kau ijinkan aku bersamanya
Apalah arti cinta, bila aku tak bisa
Memilikimu
Apalah arti cinta, bila pada akhirnya
Takkan menyatu
Sesulit inikah jalan takdirku
Yang tak inginkan kita bahagia
Bila aku tak berujung denganmu
Biarkan kisah ini ku kenang selamanya
Tuhan tolong buang rasa cintaku
Jika tak kau ijinkan aku bersamanya
Inilah saatnya aku harus melepaskan dirimu
Tuhan tolong buang rasa cintaku
Jika tak kau ijinkan aku bersamanya
Mungkin,,,
Aku memang harus melupakanmu
Mungkin,,,
Ini adalah jalan terbaik untukku
Mungkin,,,
Kau memang bukan takdirku
Mungkin,,,
Ku bukan cinta sejatiku
Aku bahagia jika kau bahagia
Sekalipun akan terasa menyakitkan
Tapi aku rela...
Dan aku tak akan menyesal
Telah mencintaimu
Haruskah aku melupakanmu
Haruskah aku meninggalkanmu
Aku tahu kau tak butuh aku
Aku tahu kau bahagia tanpa aku
Tapi begitu sulit melupakanmu
Terlalu berat meninggalkanmu
Ku harap kau bahagia
Ku harap pengorbananku tak sia-sia
Dia bisa membuatmu tertawa
Dia bisa membuatmu tersenyum
Aku akan bahagia untukmu
Sekalipun harus meninggalkan
Meski harus melupakan semuanya


